Health Care Media https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health <div>Health Care Media merupakan Jurnal Kesehatan yang dinaungi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKes Widya Cipta Husada Malang. Health Care Media merupakan wadah untuk para penulis jurnal kesehatan. Health Care Media berisi tentang kesehatan, baik keperawatan, kebidanan, radiologi, gizi, rekammedis, kesehatan masyarakat, Kesehatan Keselamatan Kerja dan Kedokteran. Health Care media terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan april dan oktober.</div> <div> <p>&nbsp;</p> </div> STIKes WIDYA CIPTA HUSADA en-US Health Care Media 2089-4228 HUBUNGAN HUBUNGAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/article/view/167 <p><strong><em>Abstract</em></strong><strong><em>: </em></strong><em>Pregnancy distance is the time from pregnancy before until the next birth. Pregnancy distance too fast or &lt; 2 year can cause endometrial infertility because the uterus is not ready for implantation and fetal growth is not good so that can&nbsp; abortion, pregnancy distance has a role in the incidence of abortion. Abortion is a common complication of pregnancy and one of the causes of maternal and fetal death. According to the World Health Organization (WHO) 15-50% of maternal deaths are caused by abortion. In the world there are 20 million cases of abortion every year and 70,000 women die from abortion every year. The incidence of abortion in Southeast Asia is 4.2 million per year, including Indonesia. </em><em>The purpose of this research is to know</em><em> the relationship Pregnancy distance and the incidence of abortion. </em><em>Method: research design using literature studies</em><em>, the data source used is secondary data from 3 databases, Garuda, Pubmed and Google Scholar from 2015-2020 by using the keyword determinant factor, description of the causes, the relationship,the influence, pregnancy distance, birth distance, interval pregnancy, spacing pregnancy, abortion. In the journal search, there were 10 national journals that match the inclusion criteria. There are 8 journals that show that there is a relationship between pregnancy distance and the incidence of abortion and there are 2 journals showing that there is no relationship between pregnancy distance and the incidence of abortion. From the literature study, it can be concluded that pregnancy spacing can affect the incidence of abortion. This can be a reference that in order to reduce maternal mortality, efforts can be made to distance pregnancies so that abortion does not occur.</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><em>Keywords</em><em>: </em><em>Pregnancy distance, Abortion</em></p> <p><strong>Abstrak: </strong>Jarak kehamilan adalah waktu sejak kehamilan sebelum sampai terjadinya kelahiran berikutnya. Jarak kehamilan yang terlalu pendek atau &lt; 2 tahun dapat menyebabkan ketidaksuburan endometrium karena uterus belum siap untuk terjadinya implantasi dan pertumbuhan janin kurang baik sehingga dapat terjadi abortus, jarak kehamilan memiliki peran terhadap kejadian abortus. Abortus adalah&nbsp; komplikasi umum kehamilan dan salah satu penyebab kematian ibu dan janin Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) 15-50% kematian ibu disebabkan oleh abortus. Di dunia terjadi 20 juta kasus abortus setiap tahun dan 70.000 wanita meninggal karena abortus setiap tahunya. Angka kejadian abortus di Asia Tenggara 4,2 juta pertahun termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Jarak Kehamilan dengan kejadian Abortus. Desain penelitian yang digunakan adalah studi literatur, sumber data yang digunakan adalah data sekunder berasal dari 3 database yaitu garuda, pubmed dan google scholar dari tahun 2015-2020 dengan menggunakan kata kunci Faktor determinan,gambaran penyebab, hubungan pengaruh Jarak kehamiln, jarak kelahiran, <em>interval pregnancy, spacing pregnancy</em>, abortus, keguguran. Pada penelusuran jurnal diperoleh 10 jurnal nasional yang sesuai dengan kriteria inklusi. Terdapat 8 jurnal yang menunjukkan bahwa ada hubungan Jarak Kehamilan dengan kejadian Abortus dan terdapat 2 jurnal menunjukkan bahwa tidak ada hubungan Jarak Kehamilan dengan kejadian Abortus. Dari penelusuran studi literatur dapat disimpulkan bahwa jarak kehamilan dapat mempengaruhi kejadian abortus. hal ini dapat menjadi acuan bahwa untuk menurunkan angka kematian ibu dan janin dapat diupayakan untuk menjaga jarak kehamilan sehingga tidak terjadi abortus.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Kata kunci: Jarak Kehamilan, Abortus</p> Salsabila Fatima Tuzzahro ##submission.copyrightStatement## 2021-11-15 2021-11-15 5 2 47 52 PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN ASMA https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/article/view/171 <p>Latar Belakang: Asma adalah penyakit obstruktif jalan nafas yang ditandai oleh &nbsp;&nbsp;penyempitan jalan napas. Penyempitan jalan nafas bisa mengakibatkan klien &nbsp;mengalami dispnea, batuk, dan mengi. Penderita asma juga lebih sering terjadinya kecemasan dikarenakan manajemen dan tingkat kontrol yang buruk. Cemas merupakan reaksi emosional terhadap persepsi adanya bahaya, baik yang nyata maupun yang belum tentu ada atau nyata (Puspasari, 2019). Teknik relaksasi otot progresif adalah suatu keterampilan yang dapat dipelajari dan digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan ketegangan sehingga memberikan rasa nyaman tanpa tergantung pada hal/subjek diluar dirinya. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode studi literature yang hanya menggambarkan implementasi penerapan teknik relaksasi otot progresif pada klien Asma yang mengalami kecemasan. Hasil: Hasil penelitian /artikel ini menemukan bahwa penerapan teknik relaksasi otot &nbsp;progresif pada klien asma yang mengalami kecemasan terbukti dapat mengurangi tingkat kecemasan pada penderita asma. Kemampuan dalam melakukan relaksasi otot progresif yang menjadi topik bahasan dalam penelitian ini memiliki relevansi dengan sejumlah penelitian yang disajikan dalam tabel.</p> <p>Kesimpulan: dari 5 (lima) artikel ada 3 (tiga) artikel yang memiliki relevansi dengan implementasi relaksasi otot progresif untuk menurunkan kecemasan pada pasien asma &nbsp;dan mencegah terjadinya kekambuhan.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Ria Dila Syahfitri ##submission.copyrightStatement## 2021-11-15 2021-11-15 5 2 67 70 GAMBARAN SISTEM PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS SEWON 1 KABUPATEN BANTUL PERIODE MEI 2021 https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/article/view/173 <p>Paradigma pelayanan kefarmasian saat ini telah bergeser dari pelayanan obat (<em>drug oriented</em>) menjadi pelayanan pasien (<em>patient oriented</em>). Obat-obatan menjadi unsur penting yang harus disimpan dengan benar agar dapat mempertahankan mutu dari suatu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sistem penyimpanan obat di Puskesmas Sewon 1 Kabupaten Bantul periode Mei 2021.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan pengamatan langsung dengan mendiskripsikan sistem penyimpanan obat di Puskesmas Sewon 1 Kabupaten Bantul. Pengamatan langsung menggunakan lembar <em>checklist</em> yang meliputi aspek pengaturan tata ruang, cara penyimpanan obat, pencatatan kartu stok dan pengamatan mutu obat. Berdasarkan hasil penelitian sistem penyimpanan obat di Puskesmas Sewon 1 Kabupaten Bantul menunujukkan kategori baik pada indikator cara penyimpanan obat (80%) dan pengamatan mutu obat (88,33%). Sementara itu sistem penyimpanan obat menunjukkan kategori cukup pada indikator pengaturan tata ruang (73,33%) dan pencatatan kartu stok (70%). Sistem penyimpanan obat di Puskesmas Sewon 1 Kabupaten Bantul Periode Mei 2021 termasuk dalam kategori baik.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Febriana Astuti ##submission.copyrightStatement## 2021-11-15 2021-11-15 5 2 71 76 EFEKTIFITAS PEMBERIAN IKAN CUPANG (Betta splendens) DALAM MENURUNKAN JUMLAH JENTIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DBD DI DESA TALOK KECAMATAN TUREN https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/article/view/179 <h1>ABSTRAK</h1> <p>Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang di transmisikan oleh gigitan nyamuk <em>Aedes aegypti </em>dan <em>Aedes albopictus. </em>WHO memperkirakan 100-400 juta terinfeksi dengue di dunia setiap tahunnya. Saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah penyakit DBD, sehingga diperlukan suatu pengendalian vektor, salah satunya adalah dengan pengendalian biologis menggunakan ikan pemakan jentik. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai efektifitas pemberian ikan cupang <em>(Betta splendens) </em>dalam menurunkan jumlah jentik sebagai upaya pencegahan DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian ikan cupang <em>(Betta splendens) </em>dalam menurunkan jumlah jentik sebagai upaya pencegahan DBD di Desa Talok Kecamatan Turen. Penelitian yang digunakan adalah <em>Quasy Eksperiment </em>dengan menggunakan rancangan <em>one group pre-post test design. </em>Sampel penelitian 53 Kk. Hasil uji Validitas yang dinilai oleh pakar didapatkan nilai 0,888888889 dan uji reabilitas dengan <em>test-retest </em>didapatkan nilai 0,885, sehingga instrumen tersebut dikatakan valid dan reliabel. Teknik analisa data menggunakan Uji <em>Paired Sample T-Test </em>dan Uji <em>Independent T- Test </em>dengan hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah jentik sebelum dan sesudah pemberian ikan cupang <em>(Betta splendens) </em>P-Value 0,000 (ɑ&lt;0,05) dan pemberian ikan cupang terbukti efektif dalam menurunkan jumlah jentik dengan rata- rata 0,00 (92,89%).</p> Marcelly Della Pangesti ##submission.copyrightStatement## 2021-11-15 2021-11-15 5 2 77 87 Analisis Kuantitatif Dokumen Rekam Medis Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Gondanglegi https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/article/view/178 <p>Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu sarana pelayanan kesehatan yaitu dengan meningkatkan mutu pelayanan rekam medis meliputi kelengkapan, kecepatan dan ketepatan dalam memberikan informasi untuk kebutuhan pelayanan kesehatan. Rekam medis yang lengkap dan akurat dapat digunakan sebagai referensi pelayanan kesehatan, dasar hukum (medico legal), menunjang informasi untuk meningkatkan kualitas medis, riset medis dan dijadikan dasar menilai kinerja pelayanan kesehatan. Rekam medis bermutu jika memenuhi kriteria: kelengkapan isi, keakuratan, ketepatan waktu dan pemenuhan aspek hukum. Hasil studi pendahuluan ditemukan terdapat beberapa dokumen pasien rawat jalan di Puskesmas Gondanglegi Kabupaten Malang yang tidak terisi dengan lengkap, sebagian besar dokumen tidak terisi di bagian pelaporan penting,&nbsp; autentifikasi, dan&nbsp; pendokumentasian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelengkapan dokumen berdasarkan analisis kuantitatif di Puskesmas Gondanglegi. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah dokumen pasien rawat jalan, dengan jumlah sampel 95 dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 99% identifikasi sudah terisi lengkap, laporan penting 81% lengkap, autentifikasi 54% lengkap dan pendokumentasian 39% lengkap. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ketidak lengkapan &nbsp;terbanyak pada <em>review</em> pendokumentasian yaitu 61%. Sebagai solusi untuk meningkatkan kelengkapan pengisian rekam medis yaitu bagi Puskesmas Gondanglegi dapat membuat kebijakan reward dan punisment, panduan dan SPO tentang pengisian rekam medis.</p> Sela Rika Khoirun Nisa' ##submission.copyrightStatement## 2021-11-15 2021-11-15 5 2 88 95 ANALISIS KANDUNGAN HYDROQUINONE TERHADAP KEAMANAN PADA KRIM PEMUTIH HERBAL YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR BESAR KEPANJEN KABUPATEN MALANG https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/article/view/169 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Krim pemutih herbal merupakan produk yang mengandung bahan aktif herbal yang menekan atau menghambat pembentukan melanin yang akan menghasilkan kulit lebih cerah. <em>Hydroquinone</em> sering disalahgunakan sebagai pemutih tambahan pada kosmetik yang bertujuan untuk menarik perhatian konsumen dan menghemat biaya produksi karena harganya yang murah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dan bertujuan untuk mengetahui apakah krim pemutih herbal yang diperjualbelikan di Pasar Besar Kepanjen Kabupaten Malang mengandung <em>hydroquinone</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang yang menjual krim pemutih herbal di Pasar Besar Kepanjen Kabupaten Malang. Penelitian ini meneliti 4 sampel yang diambil dengan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengujian kandungan <em>hydroquinone</em> pada krim pemutih herbal ini dilakukan dengan metode reaksi warna FeCl<sub>3</sub> dan KLT (Kromatografi Lapis Tipis). Hasil dari pengujian pereaksi warna sampel C dan D positif mengandung <em>hydroquinone</em> dengan berubah warna menjadi hitam. Pengujian dengan kromatografi lapis tipis didapat hasil kedua sampel yaitu sampel C dan D positif mengandung <em>hydroquinone</em> dengan ditandai adanya bercak warna ungu yang sejajar dengan baku standar hidrokuinon dan nilai Rf sebesar 0,2. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kedua krim herbal tersebut tidak memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia) nomor 16-4954-1998 tentang Persyaratan Krim Pemutih Kulit dan Peraturan Kepala Badan POM Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2019 Tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong><em>Hydroquinone</em>, krim pemutih herbal, FeCl<sub>3</sub>, KLT</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Herbal whitening cream is a product that contains active ingredients that suppresses or inhibits the formed melanin which will produce brighter skin. Hydroquinone is often misused as an additional bleaching in cosmetics that aims to attract the attention of consumers and save production costs because of the low price. This research is an experimenta research which aims to determine whether the herbal whitening creams that are sold in Pasar Besar Kepanjen, Malang contain hydroquinone. </em><em>The population in this </em><em>research</em><em> were traders who sell herbal whitening creams at Pasar Besar Kepanjen, Malang. This </em><em>research</em><em> examined 4 samples taken using purposive sampling technique. </em><em>The results of testing the color reagent samples positive C and D contain hydroquinone by changing their color into black. Tests with Thin Layer Chromatography (TLC) obtained the results of the two samples, namely samples positive C and D contain hydroquinone, marked by a parallel purple spot which is equal with hydroquinone standard and Rf value of 0,2. Based on the results of the study, it was found that the two herbal creams unqualified in SNI (Indonesian National Standard) number 16-4954-1998 concerning Requirements for Skin Whitening Cream and Regulation of the Head of POM Republik Indonesia Number 23 of 2019 concerning Technical Requirements for Cosmetics Ingredients.&nbsp;&nbsp; </em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Hydroquinone, herbal whitening cream, FeCl<sub>3</sub>, TLC</em></p> <p>&nbsp;</p> Lukky Jayadi ##submission.copyrightStatement## 2021-11-15 2021-11-15 5 2 53 60 MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENOLONG KORBAN HENTI JANTUNG DENGAN PELATIHAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) PADA SISWA KELAS X TKJ SMKN WIDANG https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/article/view/170 <p>Penanganan korban henti jantung membutuhkan penanganan segera karena dapat mengancam jiwa tindakan resusitasi jantung paru (RJP) merupakan penentu penting dalam kelangsungan hidup korban. Sebenarnya bantuan RJP tidak mudah dilakukan, terutama untuk siswa atau orang awam, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan resusitasi jantung paru (RJP) terhadap keterampilan menolong korban henti jantung pada siswa kelas X TKJ SMKN Widang.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pre eksperimental desain. Dengan cara melibatkan satu kelompok eksperimen. Jenis one-group pre test-post test design yang bertujuan untuk menentukan pengaruh sebab akibat dengan cara melibatkan satu kelompok eksperimen, yang dilakukan pada 33 responden. teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling yaitu simple random sampling. instrument pengumpulan data menggunakan observasi, dengan 9 aspek penilaian dan berbentuk checklist.</p> <p>Hasil penilaian menunjukkan bahwa ada pengaruh pelatihan resusitasi jantung paru (RJP) terhadap keterampilan menolong korban henti jantung pada siswa kelas X TKJ SMKN Widang. Hasil menunjukkan bahwa tingkat keterampilan meningkat dari 0 (0%) menjadi 8 (24%), tingkat keterampilan meningkat dari 5 (15%) menjadi 16 (49%), tingkat keterampilan menurun dari 28 (85%) menjadi 9 (27%). ini dibuktikan dengan uji Wilcoxon diperoleh nilai <em>p </em>: 0,002 (ɑ &lt; 0,05).</p> <p>Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelatihan resusitasi jantung paru (RJP) dapat digunakan sebagai cara alternative untuk meningkatkan keterampilan penanganan korban henti jantung. Untuk penelitian lanjut diharapkan untuk mengembagkan pelatihan pendukung resusitasi jantung paru dengan metode lain untuk meningkatkan keterampilan siswa atau orang awam dalam menangani korban henti jantung.</p> Moh. Ubaidillah Faqih ##submission.copyrightStatement## 2021-11-15 2021-11-15 5 2 61 66