https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/issue/feed Health Care Media 2020-12-03T17:17:59+00:00 Alifia Candra P. alifiacandrapuriastuti@gmail.com Open Journal Systems <div>Health Care Media merupakan Jurnal Kesehatan yang dinaungi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKes Widya Cipta Husada Malang. Health Care Media merupakan wadah untuk para penulis jurnal kesehatan. Health Care Media berisi tentang kesehatan, baik keperawatan, kebidanan, radiologi, gizi, rekammedis, kesehatan masyarakat, Kesehatan Keselamatan Kerja dan Kedokteran. Health Care media terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan april dan oktober.</div> <div> <p>&nbsp;</p> </div> https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/article/view/126 Fatra Kurniwan ANALISIS KEBIASAAN BALITA DAN IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS LINGKAR TIMUR KOTA BENGKULU 2020-11-30T14:07:49+00:00 fatra Kurniawan Fatra Kurniawan fatrakurniawan@yahoo.com <p>Diare merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya. Perubahan yang terjadi berupa perubahan peningkatan volume, keenceran, dan frekuensi dengan atau tanpa lendir darah lebih dari 3 kali/hari. Pada bulan Desember 2018 sampai dengan Februari 2019 didapatkan angka kejadian diare sebanyak 54 kasus diare pada anak Balita di Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kebiasaan balita dan ibu dengan kejadian diare pada balita dengan menggunakan metode penelitian observasi pendekatan kualitatif. Sumber informan dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu-ibu yang berobat di Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu dengan cara <em>purposive sampling.</em> Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dan di analisis melalui <em>reduksi, display</em> dan <em>verification.</em> Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan suka memasukkan benda dan tangannya kedalam mulut beresiko dan kebiasaan balita tidak mencuci tangan sebelum memegang makanan dapat beresiko menyebabkan diare pada anak balita. Kebiasaan ibu tidak mencuci tangan pakai sabun dan jarang membersihkan botol dan mainan kesayangan anaknya dengan baik dan benar beresiko dapat menyebabkan diare pada anak balita. Hal tersebut di sebabkan menempelnya bakteri di benda dan tangan yang masuk melalui mulut anak balita. Sehingga di perlukan petugas kesehatan yang dapat memberdayakan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta dapat memperhatikan kesehatan personal hygine.&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Kebiasaan, Anak balita, Ibu, Kejadian Diare</p> 2020-10-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/article/view/162 ANALISIS MUTU PELAYANAN RADIOLOGI TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM AMINAH BLITAR 2020-12-03T17:17:59+00:00 Kus Endah Aryati kusendaharyati@gmail.com <p><em>Satisfaction is the feeling of being happy or disappointed someone who comes from a comparison between his impression of the performance or results of a product and his expectations. Service quality related to satisfaction is determined by five elements that can be known as service quality “RATER” (Reability, Assurance, Tangibles, Emphaty, Responsiveness). Service quality can be defined as the distance between expectations and reality that customers feel for the service they receive. The purpose of this study is to find out the description of the level of satisfaction of outpatients towards health services in the Radiology Installation of Aminah Blitar General Hospital. This study used an observational analytic design conducted with the Cross Sectional method. Aminah General Hospital is one of the Private Hospitals belonging to the Muhammadiyah union. Data collection techniques using the questionnaire method. The service quality questionnaire was </em>64.66%<em> with the highest dimensions answering satisfied, namely the Assurance dimension of </em>76.70%.<em> Data collection techniques using the questionnaire method. The service quality questionnaire was </em>64.66%<em> with the highest dimensions answering satisfied, namely the Assurance dimension of </em>76.70%.</p> 2020-10-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/article/view/145 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KECEMASAN MAHASISWA BARU PADA BAHAYA RADIASI SINAR-X (DI PEMBELAJARAN LABORATORIUM PRODI D III TEKNIK RONTGEN STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG) 2020-11-30T14:05:24+00:00 Nanik Suraningsih naniksuraningsih78@gmail.com Mega Indah Puspita megaindahpuspitaa@gmail.com Halinda Fatmayanti halindafatmayanti@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Salah satu proses pembelajaran mahasiswa berada dilingkungan radiasi (laboratorium) sehingga perlu pengetahuan proteksi radiasi. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan, mengetahui, dan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan terhadap kecemasan mahasiswa baru pada bahaya radiasi sinar-X dalam pembelajaran di laboratorium. Jenis penelitian deskriptif korelasi, populasi penelitian mahasiswa sample mahasiswa semester 1 (satu) berjumlah 98 orang. Pengumpulan data dengan observasi dan kuesioner. Analisis data&nbsp; menggunakan Analisis Univariat dan Uji prasarat analisis. Hasil terdapat hubungan signifikan tingkat pengetahuan terhadap kecemasan. Hasil uji spearman nilai <em>p value</em> &lt; 0,05, koefisien korelasi 0,572, semakin tinggi tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap bahaya radiasi sinar-X maka semakin rendah tingkat kecemasan mahasiswa terhadap bahaya radiasi sinar-X</p> <p><strong>Kata Kunci : Pengetahuan, Kecemasan Mahasiswa Baru, Radiasi Sinar-X</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong>One of the learning processes of students is in the radiation (laboratory) environment. So we need radiation protection knowledge. Objective describing, knowing, and analyzing the relationship of the level of knowledge to the anxiety of new students on the dangers of X-ray radiation in learning in the laboratory. The type of descriptive correlation research, the research population of students, while the sample of all semester 1 (oneamounted to 98 people. Data collection by observation and questionnaire. Data analysis using univariate analysis and prerequisite test analysis. Results <strong>&nbsp;</strong>there is a significant correlation between level of knowledge of anxiety. Spearman test results p value &lt;0.05, correlation coefficient 0.572, the higher the level of student knowledge of the dangers of X-ray radiation, the lower the level of student anxiety about the danger of X-ray radiation<strong>.</strong></p> <p><strong>Keywords:</strong> Knowledge, New Student Anxiety, X-Ray Radiation</p> 2020-10-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/article/view/94 Analisis ANALISIS EFISIENSI RUMAH SAKIT BERDASARKAN GRAFIK BARBER JOHNSON TAHUN 2017 DI RUMAH SAKIT ISLAM GONDANGLEGI 2020-11-30T14:02:11+00:00 miftachul ulum miftachululum@stikeswch-malang.ac.id <p>Efficiency is one of the parameters / performance indicators that theoretically underlies the entire performance of an organization in this case is the hospital service. One of the services provided in the hospital is hospitalization. Assessment of hospital efficiency, can use Barber Johnson chart.<br> In this graph there is an area called the efficiency area. Gondanglegi Islamic Hospital in 2017 still does not meet the predefined Barber Johnson chart standards and in 2017 decreased bed usage levels. The purpose of this study is to analyze the efficiency of Gondanglegi Islamic Hospital service in<br> 2017 through the Barber Barber approach. The research method is using descriptive research with quantitative approach. The results explain that the meeting point at Barber Johnson Graph is outside the efficiency area. Factors that cause services in Gondanglegi Islamic Hospital is not efficient is the utilization of SIMRS less than the maximum, the number of patients is still a little because of the promotion of the management is still minimal.</p> <p>Keywords: Efficiency analysis, hospital, barber charts johnson</p> 2020-11-30T13:56:26+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/article/view/157 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 DI KELURAHAN TLOGOWARU KOTA MALANG 2020-11-30T14:04:26+00:00 Titin Ratnaningsih retnodewi2503@gmail.com <p><strong>Latar Belakang</strong>: Imunisasi dasar lengkap adalah imunisasi yang di selenggarakan oleh pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan bayi di Indonesia yang di berikan mulai dari bayi lahir yakni hepatitis B sampai dengan umur sembilan bulan yakni campak, berdasarkan studi pendahuluan di Kelurahan Tlogowaru RW 05 di Wilayah Puskesmas Arjowinangun Kota Malang pada tanggal 06 Desember 2016 s/d 08 Desember 2016 terdapat jumlah total bayi usia 12-23 bulan sebanyak 65 bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap <strong>Tujuan</strong>: untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 12-23 bulan di kelurahan Tlogowaru RW 05 di wilayah Puskesmas Arjowinangun Kota Malang. <strong>Metode:</strong> Metodologi penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan secara deduktif, logik, empiris dan dapat diukur. Subyek penelitian ini adalah 65 ibu yang memiliki bayi usia 12-23 bulan di Kelurahan Tlogowaru Wilayah Puskesmas Arjowinangun yang diambil menggunakan Probability Sampling. <strong>Hasil</strong>: dari 56 responden adalah 8 orang ibu yang berpengetahuan kurang, 8 diantaranya tidak memberikan memberikan imunisasi dasar lengkap (100%), dari 14 responden ibu yang bekerja sebagai petani, 2 diantaranya tidak memberikan imunisasi dasar lengkap (14,2%), dari 11 responden keluarga yang tidak mendukung, 11 diantaranya memberikan imunisasi dasar lengkap (19,6). <strong>Kesimpulan dan saran</strong>: Setelah dilakukan analisis menggunakan <em>uji Chi -Squaer</em>, di peroleh adanya faktor yang mempengaruhi sebesar (0,000), sehingga H0 di tolak, H1 diterima yang artinya “Ada pengaruh faktor pengetahuan terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 12-23 bulan di Kelurahan Tlogowaru RW 05 di Wilayah Puskesmas Arjowinangun Kota Malang”. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah informasi ibu mengenai pemberian imunisasi dasar lengkap dan dapat meningkatkan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap.</p> 2020-10-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/article/view/131 HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERUBAHAN EMOSIONAL REMAJA DI SMP IT AL-KINDI PEKANBARU TAHUN 2019 2020-11-30T14:06:47+00:00 Andri Ani andriani.lecturer@gmail.com <p>Teenagers <em>i</em><em>s a transitional period in the span of human life, connecting right-childhood and adulthood which includes biological, cognitive, and social emotional changes. Old people are the main role takers in taking care of their children. Parenting is a pattern of behavior that parents use to connect with children. This study aims to” Relationship Between Parenting Parents Towards The Emotional Changes Of Adolescents In Junior High School It Of Al-Kindi Pekanbaru In 2019". This research is quantitative with analytical design using cross sectional. Conducted on 12 February -13 February 2019 on the same it al-kindi pekanbaru. The total population is 87 people using total population, this research instrument uses a questionnaire, univariate data processing is presented in the form of a frequency distribution table followed by bivariate analysis using SPSS vs. 17. Software then presented descriptively and analytically through statistical tests. The results of the study revealed that the majority of parents used democratic parenting as many as 68 respondents (98.9%) had changes in teenage emotions that were masking as many as 54 adolescents (62.1%). From the results of the chi.square test, it was found that there was no significant relationship between parenting toward the emotional changes of adolescents in junior high school &nbsp;in &nbsp;2019. &nbsp;Through&nbsp; this &nbsp;study &nbsp;parents &nbsp;were &nbsp;expected &nbsp;to &nbsp;provide &nbsp;better&nbsp; parenting &nbsp;so&nbsp; that&nbsp; the teenagers were more open with parents and teenagers experiencing good emotional development.</em></p> 2020-10-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://stikeswch-malang.e-journal.id/Health/article/view/133 THE IMPLEMENTATION OF HOME CARE LKK-DMT SERVICE UNIT IN THE RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL 2020-11-30T14:06:12+00:00 Rochana Ruliyandari Ruliyandari.fkmuad@gmail.com <p><strong>Abstra</strong><strong>k</strong></p> <p>Indonesia merupakan negara yang masih memiliki masalah kesehatan, terutama pernyakit tidak menular atau penyakit degeneratif. &nbsp;Penyakit tidak menular umumnya memiliki perawatan dalam jangka waktu yang panjang dan berlanjut, sehingga memerlukan perawatan lanjutan pasca mendapatkan perawatan di pelayanan kesehatan atau rumah sakit.untuk mendukung upaya perawatan lanjutan pasca perawatan di rumah sakit, RS PKU Muhammadiyah Bantul membentuk unit khusus untuk menangani pelayanan <em>home care</em> bagi pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian kualitatif. Dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kegiatan pelayanan <em>home care</em> yang terdapat di wilayah RSU PKU Muhammadiyah Bantul belum terlaksana secara maksimal.</p> <p><strong>Keywords: </strong><em>Home care</em>, Penyakit Tidak Menular, Perawatan Lanjutan</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Indonesia is a country that still has health problems, especially non-communicable diseases or degenerative diseases. Non-communicable diseases generally have long term care and continue, so that they require continued care after getting treatment in health services or hospitals. To support continued care efforts after treatment at the hospital, PKU Muhammadiyah Hospital Bantul formed a special unit to handleservices <em>homecare</em> for patients who need further care. This research was conducted with the type of qualitative research. With a case study approach. The results showed that the program ofservice activities <em>home care</em> in the PKU Muhammadiyah Hospital in Bantul had not been implemented optimally.</p> <p><strong>Keywords: </strong><em>Home care</em>, Non-Communicable Diseases, Advanced Care&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> 2020-10-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##